Chvrches Released The Third Album ‘Love Is Dead’

Today, the new album from Chvrches has released on all major streaming services. The Scottish synth-pop band worked with superproducer Greg Kurstin (Adele, Sia, Tegan & Sara) to produced 13 tracks. The album was also mixed by Mark “Spike” Stent, who’s equally notable for his work with Ed Sheeran and Coldplay. For best recommendation try listen to “Get Out”, “My Enemy”, “Never Say Die” and “Miracle”.

According to Independent, throughout Chvrches’ seven-year career, they only juxtaposed darkness and light. On “Love Is Dead”, Lauren Mayberry, Iain Cook and Martin Doherty examine these two sides – weighted by the political climate and underlying melancholy plaguing the world.

As the third album, Chvrches has explored overarching concepts that are seemingly relatable to everyone. It feels more conceptual than two previous album “The Bones of What You Believe (2013)” and “Every Open Eye (2015)”. It’s not an overtly political album, but the undertones are undeniable. However, they don’t purely focus their energy there: instead, they use those challenges to propel them into searching for strength and human connection.

Source: CHVRCHES

Hari ini, album baru dari Chvrches telah rilis di semua layanan streaming utama. Band synth-pop asal Skotlandia ini bekerja dengan superproducer Greg Kurstin (Adele, Sia, Tegan & Sara) untuk menghasilkan 13 lagu. Album ini juga mixed oleh Mark “Spike” Stent, yang sama-sama menonjol untuk karyanya dengan Ed Sheeran dan Coldplay. Untuk rekomendasi terbaik, coba dengarkan “Get Out”, “My Enemy”, “Never Say Die”, dan “Miracle”.

Menurut Independen, sepanjang karier tujuh tahun Chvrches, mereka hanya menyejajarkan kegelapan dan cahaya. Pada “Love Is Dead”, Lauren Mayberry, Iain Cook dan Martin Doherty memeriksa kedua sisi tersebut – dibebani oleh iklim politik dan melankolis yang melanda dunia.

Sebagai album ketiga, Chvrches telah menjelajahi konsep-konsep menyeluruh yang tampaknya bisa diserap oleh semua orang. Album ini terasa lebih konseptual dari dua album sebelumnya “The Bones of What You Believe (2013)” dan “Every Open Eye (2015)”. Ini bukan album politik yang terang-terangan, tetapi nada-nadanya tidak dapat disangkal. Meski demikian, mereka tidak sepenuhnya memfokuskan energi mereka di sana: melainkan, mereka menggunakan tantangan tersebut untuk mendorong mereka mencari kekuatan dan koneksi manusia.

Share:

Leave a Reply

© 2017 By Music N Soul